Persiapkan Menuju Lansia Bila Ingin Berumur Panjang

Oleh: Marsda TNI (Purn) Prayitno Wongsodidjojo Ramelan (The Old Soldier)

Berapa umur Anda? Ini awal Anda membaca tulisan ini. Percaya atau tidak, penulis yang saat ini berusia 74 (Uti my wife 72) merasakan bahwa umumnya kita sering tidak sadar terhadap waktu yang berjalan bak siput, detik-perdetik, tanpa terasa dan disadari tiba-tiba kita terkejut sudah masuk kelompok lansia. Waktu akan terasa cepat bagi mereka yang hidupnya normal dan bahagia, berbeda dengan yang penuh masalah dan kekecewaan, waktu terasa lama dan membosankan.

Masa Tua dan Lansia

Di Indonesia, menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Bagi TNI, kelompok lansia ditetapkan dari pangkat, bagi Bintara pensiun pada umur 55 dan perwira di usia 58 tahun. Untuk aparatur Sipil Negara (ASN), batas usia pensiun bagi Pejabat Administrasi adalah 58 (lima puluh delapan) tahun, sedangkan bagi Pejabat Pimpinan Tinggi adalah 60 (enam puluh) tahun.

Sementara didunia Barat seseorang dianggap tua ketika mereka mencapai umur 60-65 tahun. Beberapa pemerintah Barat menawarkan pensiun masa
tua, dan rencana pensiun. Masa pensiun adalah masa dimana akhir kerja seseorang. Masa tua
merupakan masa sekitar masa hidup manusia. Orang tua umumnya memiliki kemampuan regeneratif yang terbatas dan lebih mudah terserang penyakit.

Angka Harapan Hidup

Angka harapan hidup adalah data yang menggambarkan usia kematian pada suatu populasi. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka harapan hidup masyarakat dunia pada 2018 adalah 72,5 tahun. Sementara di Indonesia, angka harapan hidup masyarakatnya adalah 71,5 tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik RI, angka harapan hidup masyarakat Indonesia pada tahun 2019 adalah 73,3 tahun (bagi wanita) dan 69,4 tahun (bagi pria). Data tersebut didapat dari rata-rata angka harapan hidup pada tiap provinsi di Indonesia yang berjumlah 34 provinsi.

Bappenas juga sudah mengeluarkan estimasi angka harapan hidup Indonesia pada 2025 mendatang. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 273,65 juta jiwa, angka harapan hidup masyarakat diprediksi mencapai 72,7 tahun.

Pengaruh Terhadap Harapan Hidup

Faktor yang berpengaruh terhadap harapan hidup, diantaranya, pertama keinginan yang dimiliki seseorang agar panjang usianya sendiri. Kedua, kondisi kesehatan bila pernah terkena salah satu dari penyakit berat, seperti hipertensi, TBC, asma, osteoartritis, diabetes, kanker, depresi, sirosis hati, maupun gagal ginjal. Ketiga, kondisi sosio-ekonomi, yaitu kondisi tempat tinggal, pekerjaan, pendapatan, tingkat pendidikan, jenis rumah tinggal (mengontrak atau rumah sendiri), dan asuransi.

Keempat, pola hidup, yaitu kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol, apakah rutin berolahraga atau tidak. Kelima, faktor psikososial, yaitu kondisi mental seseorang, apakah ia sering merasa depresi, seberapa sering ia memiliki quality time, dan lain-lain (Halodoc).

Usia Produktif

Sebuah Studi Ekstensi di A.S. menemukan bahwa usia paling Produktif dalam Kehidupan Manusia adalah Usia antara 60-70 Tahun. Tahap paling Produktif Kedua dari Manusia adalah dari Usia 70 – 80 Tahun.
Tahap paling Produktif ke-3 adalah dari Usia 50 – 60 Tahun. Tahun-Tahun terbaik dalam Hidup Anda adalah Usia antara 60 – 80 Tahun.

Sementara sebuah Penelitian yang diterbitkan di NEW ENGLAND JOURNAL OF MEDICINE menemukan bahwa pada Usia 60 Tahun, Anda mencapai Puncak Potensi Anda dan ini berlanjut hingga Usia 80-an Tahun. Oleh karena itu, jika Anda berada di Usia antara 60-70 Tahun atau 70-80 Tahun, Anda berada di tingkat terbaik ke-2 dalam Hidup Anda (Sumber : N.Engl.J .Med. 70.389, 2018).

Analisis

Angka harapan hidup masyarakat Indonesia semakin naik, berarti bila seseorang mengerti dan mempersiapkannya akan mampu melalui batas awal masa lansia 60 tahun maka kesempatan tercapainya tahap produktifnya lebih besar.

Dari pengalaman serta pengamatan penulis, yang perlu upaya untuk harapan hidup panjang adalah memahami faktor-faktor yang berpengaruh yaitu semangat, kesehatan, sosio-ekonomi serta pola hidup. Titik rawan lansia adalah kemampuan regeneratif terbatas dan mudah terserang penyakit. Dalam kasus pandemi covid-19 banyak jatuh korban dari kalangan lansia umumnya penyandang komorbid.

Penutup

Memang bertambahnya usia akan terus berlangsung tidak dapat ditolak atau dihindari. Selain faktor-faktor diatas, kondisi mental, depresi serta quality time harus diperhatikan. Menurut Islam usia seseorang sudah ditetapkan, tetapi manusia bisa memohon kepada Allah tambahan nikmat panjang usia.

Sebagai penutup bagi mereka yang masih muda, menjelang tua, usahakan mempersiapkan masa lansia dengan smart, jangan dijalani apa adanya atau bahkan tanpa kepedulian. Manusia harus berusaha Tuhan yang menentukan.

Semoga bermanfaat. Pray Old Soldier.

Tags

Share this post:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.