Penyidik Polres Belu Segera Periksa Pengacara Santy Taolin Inisial “KT”

Atambua, abpnews – Berkas perkara tersangka Santy Taolin dikembalikan Kejaksaan Negeri Atambua ke Penyidik Polres Belu, masih P19. Penyidik akan segera periksa Pengacara Santy Taolin inisial “KT”.

Penyidik sudah panggil, tapi Pengacara inisial “KT” masih di Kupang. Kalau sudah kembali Atambua segera diperiksa, jelas Kristina Lazakar meniru pernyataan Penyidik Bripka Hendrikus Suri setelah selesai ketemu di Polres Belu Sabtu, (11/9/2021).

“Keterangan tersangka Santy Taolin dalam BAP menjelaskan yang mengurus balik nama sertifikat dikantor BPN Belu itu Pengacaranya Santy, Pengacara dengan inisial “KT”. Sedangkan Santy Taolin menurut keterangannya dalam BAP tidak tahu menahu. Dari keterangannya Santy Taolin itu maka Pengacara inisial “KT” segera diperiksa Penyidik.

Kalau sudah selesai periksa Pengacara Santy Taolin dan pihak-pihak lain sesuai petunjuk Jaksa, berkas perkara segera dikirim kembali ke Jaksa”, jelas Kristina Lazakar meniru pernyataan Penyidik Bripka Hendrikus Suri.  

Kejaksaan Negeri Atambua melalui Jaksa Budi Raharjo, SH saat dikonfirmasi melalui whatsap Sabtu, (11/9/2021) membenarkan berkas perkara Santy Taolin dikembalikan ke Penyidik Polres Belu, P19.

“Kasus Santy Taolin masih tahap penyidikan oleh Penyidik Polres Belu, kami telah memberikan Petunjuk P19 kepada Penyidik untuk dilengkapi, apabila petunjuk itu sudah dilengkapi oleh penyidik maka kami akan meneliti kembali atas petunjuk yang dilengkapi oleh penyidik, setelah petunjuk kami telah dilengkapi maka berkas dinyatakan P21. Terkait pasal yang disangkakan terhadap tersangka termasuk pasal pengecualian yang dapat dilakukan penahanan seperti yang dimaksud dalam Pasal 21 ayat (4) huruf b KUHAP”, jelas Jaksa Budi.

Tersangka Santy Taolin disangka melanggar Pasal 266 KUHPidana; ayat 1, Barang siapa menyuruh memasukan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenaranya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keteranganya sesuai dengan kebenaran, diancam, jika pemakaian itu dapat menimbulkan kerugian, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
 
Ayat 2, diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai akta tersebut seolah-olah isinya sesuai dengan kebenaran, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian.
 
Dan Pasal 372 KUHPidana; Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.
 
Sampai dengan berita diturunkan, Pengacara inisial “KT” belum berhasil ditemui. Sedang Penyidik Bripka Hendrikus Suri belum menjawab konfirmasi saat dihubungi melalui whatsAp.(*)

Tags

Share this post:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.